.

.

Kamis, 12 Januari 2012

METODE PENGAJARAN

 Hendaknya dipahami dengan baik aturan dan sistem syllabus Deeniyatini. Sebab syllabus ini disusun besera sistemnya. Hasil maksimal hanya akan didapatkan dengan mengikuti aturan tersebut.

Cara pengajaran pada minggu pertama.

- Menyusun kelas.

- Mengenali setiap bahasan dan memperkenalkannya melalui warna.

- Menumbuhkan semangat belajar murid dengan menjelaskan bahasan dan keutamaannya.

Sangat penting mengajarkan syllabus ini secara kolektif (berkelompok).

 Pengajaran Al Quran dan Qaidah Nuraniyah (dengan white board).

- Perhatian khusus kepada makhraj-makhraj huruf.

- Meluruskan makhraj-makhraj huruf sekurang-kurangnya enam bulan.

- Jangan menghentikan pelajaran hanya karena kelemahan dalam pelafalannya.

- Jangan menghentikan pelajaran murid-murid yang membaca Al Quran.

Membentuk Kelas Berdasarkan Jumlah
- Setiap kelas terdiri dari 12 sampai 20 murid.

Cara mengajar berbagai kelas dalam satu waktu.
- Pertama sekali diusahakan mengajar dua belas sampai dua puluh murid dalam waktu satu atau satu seperempat jam dan membagi mereka dalam jam yang berbeda-beda.

- Menambah ustadz jika dalam waktu yang bersamaan jumlah murid terlalu banyak.

- Guru mengajar satu kelas lalu memilih murid yang cerdas di antara mereka untuk mengajari teman-temannya lalu ia mengajar di kelas lain.

- Jika dalam satu waktu ada beberapa kelas dan sulit mendengarkan pelajaran dari masing-masing murid, maka pertama-tama usahakan untuk menyatukan pelajaran semua murid. Kemudian bagi mereka dalam kelompok-kelompok agar guru bisa menyimak pelajaran dari masing-masing kelompok. Dengan demikian setiap hari hanya menyimak pelajaran seorang murid dari tiap kelompok sementara murid yang lain mendengarkan. Selain itu, perbaikan kesalahan juga dilakukan seperti ini sehingga semua murid memahami dengan jelas.

Pengaturan Waktu Belajar.

-   Waktu yang ditetapkan untuk tiap pelajaran bisa ditambah/dikurangi.

1. Pembukaan.
2. Al Quran.
3. Hadits.
4. Aqidah dan fiqh.
5. Pendidikan Islam.
6. Bahasa.

Cara Penyampaian Definisi Dan Motivasi.

- Definisi dibacakan di setiap awal pelajaran. Definisi itu bukanlah dari segi bahasa maupun istilah, akan tetapi definisi kepahaman. Sehingga murid dapat mengenal bahasan dengan baik.

- Pada setiap  pergantian bahasan setiap hari, definisi mesti dibacakan. Atau bisa juga mendengarkan dari murid.

- Untuk menumbuhkan  semangat dan rasa kepentingan terhadap materi pelajaran maka disampaikan motivasi pada setiap awal bulan.


Cara Memberi Tanda Kolom Dan Menandatanginya.

- Memberi tanda “√” pada kolom setelah mengajarkannya setiap hari.

- Menandatangani tempat yang disediakan setelah menyelesaikan pelajaran.

- Mengisi kolom dengan tanda “X” jika murid berhalangan hadir.

Cara Mengulang Pelajaran.

- Dalam sebulan 5 hari untuk evaluasi pelajaran, 20 hari untuk belajar dan 4-5 hari untuk libur.

- Satu hari setiap minggu untuk mengulang seluruh pelajaran seminggu dan dua hari setiap akhir bulan untuk mengulang seluruh pelajaran sebulan.
 
Cara Penanganan Murid Absen Dan Lemah.
- Jika di satu kelas ada murid yang absen dan dia bisa memahami pelajaran maka tidak ada masalah. Namun bila dia tidak paham, sedangkan pelajaran berikutnya tidak bisa dipahami tanpa pelajaran tersebut –seperti pelajaran Qaidah Nuraniyah dan Bahasa–  hendaknya murid terebut diajar secara privat. Bila pelajaran  berikutnya bisa dipahami tanpa pelajaran yang tertinggal, hendaknya dibiarkan agar kolektivitas tetap utuh. Dan usahakan untuk mengingatkaan pelajaran yang tertinggal tersebut pada hari-hari pengulangan pelajaran.

Pengaturan Syllabus Bulanan.
- Jika ada sebagian bahasan yang selesai dalam waktu singkat, waktunya digunakan untuk mengajarkan bahasan lain sehingga semua bahasan syllabus setiap bulan berjalan dan tamat bersamaan.

Ujian Bulanan.
- Setelah menyelesaikan dan mengulangi syllabus satu bulan maka diajukan soal-soal bahasan bulan tersebut kepada murid.

Pengaturan Absensi Kehadiran Dan Absensi Shalat.

- Beri tanda “√” jika murid shalat berjamaah dan beri tanda “X” jika tidak berjamaah.
- Kedua tanda itu adalah untuk anak-anak berusia diatas delapan tahun. Maka, jika anak-anak dibawah usia delapan tahun melaksanakan shalat pada waktunya diberi tanda “√”.
- Beri tanda “O” jika ia tertinggal dan mengqadha shalatnya, tidak diberi tanda apa pun jika ia tidak mengqadha.
- Tanda-tanda seperti ini dibubuhkan sesuai tanggal. Beri dorongan kepada mereka yang belum shalat dan hendaknya mengqadha shalat yang pernah ditinggalkan.
- Beri paraf setiap akhir bulan.
- Tersedia kolom absen kehadiran murid di kelas. Jika murid hadir, beri tanda “h” dan jika tidak, beri tanda “a”.

Cara Penanganan Murid Yang Memiliki Waktu Belajar Lebih Dari Satu Jam.

- Jika mereka mencapai satu kelas, percepat syllabus setahun. Kemudian mulai syllabus tahun kedua.
- Jika jumlah mereka tidak mencapai satu kelas maka gunakan waktu mereka untuk menghapal surat Al Quran.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More