.

.

Dengan Syllabus dan Pengajaran 1 Jam Sehari

Metode ini mengajarkan tentang cara membaca Al Quran Doa dan Sunnah Hafalan Hadist Hafalan Al Quran Pendidikan Islam Sirah dan bahasa Arab.

SOLUSI UNTUK MEMBANGUN KARAKTER ANAK

Mendidik Anak menuju Sifat Sholeh dan Pengamalan Taqwa .

DENGAN SYLLABUS BERJENJANG YANG BERMUTU

Didukung Metode Pengajaran Yang Tepat. Pengaturan Waktu Pegajaran. Dan Support System Pusat Bagi Center dan Maktab Wilayah

PELATIHAN SYSTEM DAN METODE PENGAJARAN

GUNA OPTIMALISASI PROGRAM UNTUK HASIL YANG MAKSIMAL METODE DEENIYAT INDONESIA.

PUBLIKASI PENGEMBANGAN MELALUI SEMINAR

MEMBERIKAN INFORMASI DAN PROBLEM SOLVING ATAS KEMUNDURAN PENGAJARAN DINIYAH ISLAM DI INDONESIA.

Sabtu, 03 Mei 2014

PROFIL DEENIYAT NUSANTARA

APA ITU DEENIYAT?

Deeniyat adalah Program Pembinaan Intensif Pendidikan Agama untuk Anak dan Remaja yang berdurasi 1 Jam setiap hari dengan materi yang disesuaikan kebutuhan, kemampuan dan Psikologis Anak dalam menghafal, menghayati dan mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk Karakter Islami.

SEJARAH SINGKAT

Metode Deeniyat ini telah diriset, diuji dan dijalankan di tanah air tercinta sejak tahun 2009. Kemudian mulai aktif membentuk Madrasah Deeniyat Percontohan diiringi Sosialisasi dan Publikasi secara berkala di tahun 2011 dibawah Yayasan Deeniyat Nusantara sebagai Pusat Pengembangan Sistem dan Manajemen Madrasah Deeniyat.

VISI DAN MISI YAYASAN DEENIYAT NUSANTARA

VISI :
  • Terbentuknya Generasi (Masyarakat) TAQWA yang mengamalkan Agama Islam secara keseluruhan dan sempurna.
  • Terbentuknya Konsep Pengajaran Agama (Diniyah) yang berstandar Nasional.
  • Menjadi Program Diniyah terbesar yang tersebar di Nusantara dengan tenaga pengajar (Asatidz) yang bersertifikasi Nasional.
MISI :
  • Yayasan Nirlaba yang memberikan solusi Pendidikan Agama (Diniyah) pada Anak, Remaja dan Dewasa.
  • Pusat Publikasi, Pengembangan Sistem, Manajemen, dan Pengontrolan Pelaksanaan Metode Deeniyat di seluruh Nusantara.
  • Memberikan Pelayanan, Support dan Edukasi (Pendidikan dan Sertifikasi Asatidz) secara Profesional.
MAKNA LOGO





 Sumber Ide Visual :
Cap Rasulullah Saw. sehingga bentuk dan gaya huruf disesuaikan dengan "Seal of the Prophet Saw."






 Konsepnya :
Mencerminkan semangat sejati untuk mengembalikan Agama ke (seperti di)  Zaman Nabi Muhammad Saw.


Kontributor : Tim Deeniyat Nusantara 2014

WORKSHOP DEENIYAT OLEH KEMENAG RI

WORKSHOP DEENIYAT YANG DISELENGGARAKAN OLEH KEMENAG

TEMA : "PEMAHAMAN MODEL PEMBELAJARAN DEENIYAT"

Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dan Direktorat Pendidikan Islam, Kementrian Agama Republik Indonesia. Dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 2-4 April 2014 di Hotel Marbella Dago Resort Bandung.

Peserta yang dihadirkan dalan acara ini antara lain ; Staff Instansi di jajaran Kemenag Provinsi, Praktisi Pendidik Madrasah Diniyah dan TPQ serta Asatidz (para pengajar), mulai dari wilayah Lampung, Pulau Jawa dan Bali yang berjumlah 100 orang.






Training Deeniyat di Sekretariat Yayasan Deeniyat

Training rutin bulanan ini dilaksanakan pada tahun 2013 di Kantor Yayasan Deeniyat Nusantara.







Jumat, 02 Mei 2014

Training Deeniyat Di Biofarma Bandung






Video Simulasi Deeniyat


video


Sabtu, 24 November 2012

Seminar dan Pelatihan 2 Hari di Masjid An Nuur Bio Farma

Assalamu alaikum Wr Wb, Deeniyat Indonesia akan mengadakan Free SEMINAR Metode "1 Jam Membangun Karakter Islami Anak 4-20 Tahun"  Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya (Gratis). Jika anda adalah Orang Tua yang ingin buah hatinya dapat terbina Karakternya secara Islami, Pengajar atau pendidik, Guru, Pengurus Madrasah/TPA, Pemilik Yayasan, atau siapa pun yang peduli dengan perkembangan Pendidikan Islam Anak Indonesia yang menghasilkan karakter dan penghayatan Ilmu Agama dengan wujudnya pengamalan Qur'an dan Sunnah dalam kehidupan, maka anda wajib mengikuti Acara ini!
                 

      Daftarkan diri anda! Terbatas u/ 50 Peserta, Konfirmasi sekarang juga!
      Pendaftaran dapat melalui : 
      1. Sms : Ketik Daftar_SDB # Nama Lengkap # Laki/Perempuan # Mewakili #Alamat
      Kirim ke : 0813-2058-7686 ( Ust. Dhani Ramdany)
    

Tujuan dari kegiatan ini adalah :
1.       Menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat pentinya Pendidikan Islam Anak sejak dini (4 tahun) bahkan hingga usia dewasa (20 tahun)
2.       Mempersiapkan orang tua – pengajar – lembaga pendidikan untuk dapat memulai kerjasama memulai dan meningkatkan program membangun karakter Islami anak.
3.       Memberikan penyuluhan sarana atau metode yang mendukung Pendidikan Islam Anak sejak dini serta bagaimana membangun  karakter anak  secara Islami.
4.       Mendekatkan System /Metode Pengajaran Diniyah kepada Masyarakat baik di kalangan menengah bawah maupun kalangan menengah atas.
5.       Mendukung  dan membantu Program Pemerintah (DepAg) dalam sosialisasi Program “GEMMAR Mengaji” (Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji)

Adapun Pokok Bahasan Utama Training adalah :
A.      Pentingnya memperhatikan Pendidikan Islami Anak
B.      Upaya membentuk kerjasama dalam hal membangun karakter islami anak antara : Pengajar  dengan Orang tua,  Pengajar kepada Siswa, Orang tua kepada siswa, dan Masyarakat sekitar.
C.      Pengenalan Metode Deeniyat sebagai sarana dan solusi membangun karakter Islami Anak sejak dini.
D.      Pelatihan sistem dan metode pengajaran :
-          Kelemahan dan permasalahan umum Pendidikan Diniyah
-          Syllabus 16 tahun
-          Pokok Bahasan dan 14 sub Bab
-          Metode Mengajar
-          Pengelolaan Maktab
-          Manajemen Center
-          Tugas Pengurus Center
-          Pengontrolan Maktab-Maktab
E.       Simulasi metode Deeniyat kepada siswa
F.       Konseling bagaimana memulai dan mengelola Maktab

Untuk kemaslahatan umum agar Training Metode 1 Jam Membangun Karakter Islami anak dengan Deeniyat ini dapat dirasakan manfaat bagi setiap kalangan masyarakat  Indonesia seluruhnya maka Panitia menghendaki berjalannya kegiatan tanpa menyentuh beberapa hal berikut:    
·         Politik Praktis baik dalam maupun luar negeri
·         Khilafiah , perbedaan pada Fiqih (atau bahkan Mahzab sekalipun)
·         Status Sosial (Kedudukan/Jabatan/Golongan/Organisasi tertentu)
·         Aib (Keburukan) Lembaga Pendidikan tertentu formal maupun non formal
 Kami berhajat kepada Allah agar Metode menjadi sarana dan solusi bagi kemaslahatan                            Pendidikan Islami pada Anak Indonesia umumnya, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kesalahpahaman  yang berkaitan dengan organisasi/yayasan ataupun golongan tertentu.
Kami berharap dengan adanya Program Training ini sekaligus sebagai jalan untuk mempublikasikan kepada umum bahwa ini adalah Program Ummat Islam.


Rabu, 24 Oktober 2012

Wamendikbud: Guru Elemen Penting sebagai Agen Perubahan

Metrotvnews.com, Minggu, 21 Oktober 2012 17:33 WIB Bandung: Guru dan kepala sekolah menjadi bagian penting sebagai agen perubahan dalam proses internalisasi nilai-nilai dalam rangka pembangunan dan penguatan karakter bangsa. Demikian dikatakan Wakil Menteri Pendidikan dan Kabudayaan Prof. Dr. Musliar Kashim di Bandung, Jawa Barat, Ahad (21/10). "Moral dan sikap proporsinya lebih besar di awal-awal pendidikan. Penerapan sikap baik harus diterapkan dari awal, guru dan kepala sekolah berperan penting dalam proses internalisasi nilai dan penguatan karakter kepada generasi muda melalui penanaman nilai budaya," ujar Wamendikbud di sela-sela membuka TOT Pembangunan Karakter Bangsa pada Guru dan Kepala Sekolah di Bandung. Kegiatan "training of trainer" tersebut menjadi salah satu kegiatan dalam rangka kegiatan penanaman nilai budaya di lingkungan sekolah yang akan dilaksanakan di 10 provinsi. Kesepuluh provinsi adalah DKI Jakarta, Aceh, Banten. Jateng, Kalbar, Kaltim, Maluku, NTB, Sulsel dan Jawa Barat. Kegiatan TOT pembangunan karakter yang diikuti oleh 11 guru dan kepala sekolah se-Bandung Raya itu digelar oleh Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kemendikbud. "Penyelenggaraan kegiatan itu salah satunya untuk memperkuat upaya pembangunan generasi muda dalam hal ini para siswa, termasuk juga untuk menyikapi maraknya peristiwa tawuran antarsiswa yang terjadi di sejumlah kota besar," katanya. Sejak 2010, lanjutnya, unit pendidikan telah menerapkan pendidikan berbasis karakter, maka kehadiran kebudayaan diharapkan mewarnai apa yang telah dikawal oleh unit pendidikan. "Proses evaluasi dan monitoring menjadi penting," katanya. TOT pembangunan karakter bangsa pada guru dan kepala sekolah di Bandung diselenggarakan karena Bandung selama 10 tahun terakhir tidak pernah terjadi tawuran pelajar SMA. Karena itu Kota Bandung dianggap cocok sebagai kota percontohan. Wamendikbud juga mengingatkan seluruh elemen untuk mewaspadai adanya upaya-upaya yang ingin mencoreng dunia pendidikan di Indonesia dengan mengembuskan isu-isu yang negatif bagi dunia pendidikan di Indonesia.(Ant/BEY) Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/news/2012/10/21/110815/Wamendikbud-Guru-Elemen-Penting-sebagai-Agen-Perubahan/3

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More